Ngomong Sendiri Saat Ngoding: Trik Sederhana Biar Tetap Fokus

Kali ini saya ingin berbagi trik sederhana yang membantu saya tetap fokus saat ngoding. Kedengarannya memang agak aneh, tapi buat saya cara ini benar-benar ampuh:

Ngomong sendiri ketika ngoding.

Bukan cuma dalam hati, tapi benar-benar diucapkan. Lakukan seolah-olah sedang ngobrol dengan seseorang: jelaskan issue apa yang sedang dihadapi, apa yang sudah dicoba, dan apa yang akan dilakukan berikutnya.

Kenapa Cara Ini Membantu? #

Memaksa pikiran jadi runut. Di kepala, ide bisa melompat-lompat dan terasa sudah jelas padahal belum. Begitu harus diucapkan, kita terpaksa menyusunnya kalimat demi kalimat, langkah demi langkah. Saat stuck, di sinilah biasanya celahnya ketahuan: ada langkah yang ternyata kita lewati atau asumsi yang belum pernah dicek.

Lebih mudah menemukan bug. Ketika membacakan logika kode secara verbal, misalnya “di sini user pasti sudah ada, lalu kita ambil user.id…”, sering kali kalimatnya terhenti di tengah karena kita sadar, “eh, memangnya user pasti sudah ada?” Membaca kode dalam hati jauh lebih gampang melewatkan hal seperti ini.

Menjaga fokus. Berbicara membuat pikiran tetap aktif mengikuti satu alur. Lebih susah tergoda membuka tab lain atau mengecek HP ketika kita sedang “menjelaskan” sesuatu.

Rubber Duck Debugging #

Belakangan saya tahu teknik ini sudah lama dikenal dengan nama rubber duck debugging. Namanya berasal dari buku The Pragmatic Programmer, yang menceritakan seorang programmer yang membawa bebek karet dan menjelaskan kodenya baris demi baris ke bebek tersebut. Bebeknya tentu tidak menjawab apa-apa, tapi justru proses menjelaskan itulah yang membantu menemukan masalahnya.

Jadi tidak perlu ada lawan bicara sungguhan. Bebek karet, boneka, tanaman di meja, atau ruangan kosong pun cukup.

Tips Mencobanya #

  • Mulai dari tujuan. Ucapkan dulu apa yang ingin dicapai, misalnya “fungsi ini harusnya mengembalikan daftar member yang aktif hari ini.”
  • Jelaskan seolah ke orang yang belum tahu kodenya. Jangan lompati langkah yang “sudah jelas”, karena bug sering bersembunyi di situ.
  • Ucapkan apa yang kamu harapkan, lalu cek kenyataannya. “Harusnya variabel ini isinya 3”, lalu benar-benar cek nilainya.
  • Kalau di kantor dan malu ngomong keras-keras, bisikkan pelan atau tuliskan penjelasannya seperti sedang membuat pertanyaan di forum. Sering kali, sebelum pertanyaannya selesai ditulis, jawabannya sudah ketemu 😅.

Penutup #

Lain kali ketika sedang stuck dan sendirian, coba ceritakan masalahnya dengan suara keras. Siapa tahu kamu akan terkejut betapa cepat solusinya muncul.